Ada beberapa penelitian yang menunjukkan khasiat yang terdapat pada CHINA GREEN TEA dapat membantu mengurangi peradangan akibat arthritis.
Apa itu radang sendi?
Artritis adalah peradangan sendi parah yang menyerang jutaan orang setiap hari. Hal ini dapat mempengaruhi banyak sendi dan menjadi kondisi yang tidak tertahankan.
Orang-orang dari segala usia, jenis kelamin dan ras dapat menderita radang sendi. Namun, penyakit ini paling sering terjadi pada wanita dan orang lanjut usia.
The Arthritis Foundation mengatakan bahwa penyakit sendi ini merupakan salah satu penyebab utama kecacatan di Amerika. Di seluruh dunia, lebih dari 50 juta orang dewasa dan 300.000 anak-anak didiagnosis menderita arthritis setiap tahunnya.
Ada lebih dari 100 jenis radang sendi dengan penyebab dan cara pengobatan berbeda.
Tiga jenis arthritis yang paling umum adalah rheumatoid arthritis, osteoarthritis dan osteoporosis.
Artritis reumatoid: Penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh Anda secara keliru menyerang persendian Anda
Osteoartritis: Suatu kondisi sendi kronis yang terjadi karena rusaknya tulang rawan dan bantalan di antara sendi-sendi Anda
Osteoporosis: Penyakit sendi di mana tulang Anda menjadi lemah dan rapuh
Pengobatan radang sendi
Berbagai jenis obat digunakan untuk mengobati radang sendi, termasuk analgesik, obat antiinflamasi nonsteroid, dan krim mentol. Dokter juga menyarankan fisioterapi untuk memperkuat otot Anda.
Meskipun ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa ada obat untuk arthritis, penelitian lain melaporkan bahwa tidak ada obatnya, terutama untuk rheumatoid arthritis.
Teh hijau: Obat rumahan untuk radang sendi?
Ada banyak sekali penelitian yang memberikan daftar pengobatan rumahan yang ampuh mengatasi radang sendi dan nyeri sendi. Dalam dekade terakhir ini, terdapat peningkatan minat terhadap penggunaan pengobatan alternatif seperti teh hijau oleh pasien arthritis.
Teh hijau telah menunjukkan efek yang sangat positif pada radang sendi karena sifat anti-inflamasinya yang sangat kuat. Hasil studi tahun 1999 yang dilakukan para peneliti di Case Western Reserve University menunjukkan bahwa polifenol yang ditemukan dalam ekstrak teh hijau memiliki sifat antioksidan, dan secara efektif mengurangi kejadian dan keparahan arthritis.
Bukti juga menunjukkan bahwa katekin dalam teh hijau, khususnya epigallocationchin gallate (EGCG) mempunyai nilai terapeutik yang potensial. EGCG menekan enzim yang bertanggung jawab atas penghancuran tulang rawan pada arthritis. Ini membantu mengurangi peradangan dan memperkuat tulang.
Para peneliti di Universitas Michigan menemukan hubungan kuat antara teh hijau dan rheumatoid arthritis. Studi mereka menunjukkan bahwa molekul anti-inflamasi EGCG mengganggu sistem kekebalan tubuh yang lemah, yang bertanggung jawab atas peradangan. Penelitian mereka menegaskan bahwa teh hijau mungkin merupakan terapi yang efektif untuk pasien rheumatoid arthritis.
Selain itu, penelitian di Washington State University mendukung fakta bahwa sifat anti-inflamasi yang ditemukan di EGCG merupakan pengobatan potensial untuk rheumatoid arthritis. Hal ini karena EGCG memblokir molekul penghasil penyakit tanpa menghalangi fungsi seluler normal lainnya.