Teh berada tepat di belakang air sebagai minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Semua teh berasal dari daun kering semak Camellia sinensis. Meskipun tersedia dalam berbagai jenis, teh non-herbal terbagi dalam empat kategori dasar: hitam, hijau, oolong, dan putih.
Banyak manfaat kesehatan berasal dari antioksidan kuat teh, yang disebut flavonoid. There are more than 6,000 types of flavonoids, and one of the most common categories are catechins. Banyak penelitian tentang teh yang berfokus pada teh hijau karena jika dibandingkan dengan teh hitam, TEH HIJAU 41022 mengandung katekin 3,5 kali lebih banyak.
Teh Hijau 41022 terbuat dari daun teh matang dan diproses lebih sedikit dibandingkan teh lainnya. Karena daunnya belum difermentasi, melainkan dikeringkan dan dikukus, teh hijau dapat mempertahankan kadar katekinnya yang tinggi. Epigallocatechin gallate (EGCG) is the most common catechin found in green tea and therefore has been the most researched.
Anda bisa mengonsumsi teh hijau sebagai minuman panas atau dingin. Ini juga tersedia dalam bentuk yang lebih pekat yang disebut ekstrak. Ekstrak teh hijauArtinya bahan aktif yang terdapat pada teh hijau, seperti katekin, telah dihilangkan dari daun teh hijau kering untuk menghasilkan bentuk yang lebih pekat. Ekstrak tersedia dalam bentuk cair, bubuk, kapsul, atau tablet.
Panaskan air hingga 160 – 170 derajat (Jangan merebus air karena akan mengurangi efektivitas katekin dalam teh hijau) dan tuangkan ke dalam cangkir.
Sekarang tambahkan daun teh hijau ke dalam cangkir (Tambahkan sekitar 1 sendok teh daun ke dalam 1 gelas air) dan biarkan terendam selama sekitar 2 hingga 3 menit (Untuk rasa yang lebih kuat, rendam daun lebih lama).
Sekarang saring tehnya dan siap diminum.
Anda bisa menambahkan beberapa tetes lemon ke dalamnya, untuk meningkatkan rasa dan meningkatkan penyerapan katekin.
Selamat datang untuk mengunjungi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut!