Polifenol adalah senyawa kimia yang terbuat dari beberapa unit fenol. Mereka terjadi secara alami dalam berbagai makanan yang kita makan setiap hari.
Beberapa sumber polifenol terbaik antara lain zaitun, seledri, coklat hitam, anggur merah, hazelnut, teh hijau, apel, plum, bawang merah, dan bayam. Lihat daftar lengkap 100 sumber makanan terkaya polifenol.
Ada beberapa jenis polifenol dalam makanan kita, seperti tanin, flavon, isoflavon, katekin, stilben, lignan, dan antosianidin.
Mengapa saya membutuhkan polifenol?
Ilmu pengetahuan dan penelitian modern menunjukkan bahwa polifenol sangat penting untuk pola makan yang sehat.
Dalam 20 tahun terakhir telah ada sejumlah penelitian mengenai dampaknya terhadap tubuh kita. Bukti mendukung bahwa senyawa ini dapat membantu dalam pencegahan penyakit berbahaya seperti penyakit kardiovaskular, osteoporosis dan kanker.
Polifenol diketahui memiliki sifat antioksidan yang kuat. Artinya mereka dapat melindungi sel-sel tubuh kita dari oksidasi dan membantu mencegah kematian sel.
Efektivitas polifenol ini bergantung pada jumlah yang dikonsumsi dan seberapa baik tubuh Anda menyerap, menyimpan, dan menggunakannya. Namun, tidak ada batasan konsumsi makanan yang dianjurkan karena penyerapannya berbeda-beda pada setiap orang.
Semuanya ada di dalam teh
Teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia, menempati urutan kedua setelah air putih. Semua jenis teh – seperti teh hijau, hitam, dan oolong – memiliki kandungan polifenol yang tinggi.
Dari jumlah tersebut, teh hijau dilaporkan mengandung konsentrasi polifenol kuat tertinggi. Sebuah artikel dari University of Maryland Medical Center menunjukkan bahwa efek antioksidan polifenol dari teh hijau mungkin lebih baik dibandingkan dengan vitamin C.
Polifenol yang ditemukan dalam teh hijau disebut katekin. Teh hijau diperkirakan memiliki enam senyawa katekin yang berbeda, dimana EGCG adalah yang paling melimpah dan paling banyak dipelajari. Selain itu, EGCG adalah yang paling aktif di alam dengan jumlah manfaat terapeutik tertinggi.
Polifenol, teh hijau dan pencegahan penyakit
1. Penyakit kardiovaskular
Banyak penelitian menunjukkan efek perlindungan polifenol teh hijau terhadap penyakit kardiovaskular seperti aterosklerosis dan penyakit arteri koroner. Para peneliti percaya bahwa teh hijau berhasil mengurangi risiko penyakit jantung dengan menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida.
2. Kanker
Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau, khususnya EGCG, memiliki sifat anti kanker. Menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti Jepang, tingkat kanker yang lebih rendah telah diamati di negara-negara, seperti Jepang, di mana masyarakatnya rutin mengonsumsi teh hijau.
Polifenol teh hijau diyakini membantu membunuh sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya.
3. Penurunan berat badan
Penelitian lain yang dilakukan di seluruh dunia menunjukkan bahwa EGCG dapat meningkatkan metabolisme dan membantu membakar lemak. Oleh karena itu, teh hijau terbukti memiliki efek positif pada penurunan berat badan dan pengelolaan berat badan pada individu yang mengalami obesitas.
Manfaat potensial lainnya
Selain manfaat yang disebutkan di atas, polifenol GREEN TEA 3505 juga dapat melindungi kita dari radang sendi, penyakit Parkinson, Alzheimer, dan diabetes.